Senin, 15 November 2010

Edisi Obrolan Di PizzaHut

Kemaren siang (dikala macet dan panasnya samarinda) aku menyempatkan lunch bareng @t27a_tika di Pizza hut. Ehmmm, menu yg kita pilih tak sama, tapi cukup serasi dengen minuman lemon tea dan strawberry tea... kuning-keemasannya lemon dan merahnya strawberry seperti anak pelangi gagal tampil yang kita ciptakan sendiri dalam imajinasi... (menyedihlan Tere harus lunch sama orang yang otaknya kegeser 10meter. Tapi makin ok loh katanya... #halah)

Lalu aku gak malu bilang ke dia, 'Gelasnya bagus dah. Pengen aku bawa pulang.' dia jawab 'Hahaha...' !!! Yah, aku emang suka ngiler kalu liat gelas dan mug coffee yang bagus, bawaannya pengen dislundupin aje.

Kebiasaan kita kalu sudah berhadapan wajah, selalu bertukar pikiran. Aku yang punya sedikit cerita, dia juga demikian, lalu di gabungkan jadi kesatuan. Maka siang itu kita punya cerita yang 'besar' dan bergelombang bagai ombak di pantai kuta Bali. Yang sulit jadi mudah, yang gak mungkin jadi mungkin, gak semangat jadi semangat, gak tau jadi tau, dan keajaiban lainnya itu rasanya sulit untuk di terjemahkan lewat kata.

Sembari menikmati spaghetti asian apaa gitu, menu baru. Ganjen pengen icip. walau aku menyesal memilih menu ini. Padahal aku bilang ke Tere, 'Ehmm, rasanya Indonesia sekali..' dia jawab, 'Pastinya. banyak rempahnya..' padahal maksudku, KOK BANYAK TAHUNYA KETIMBANG DAGINGNYA???? Beberapa kali suara hati ingin memesan menu yang baru, tapi spaghettiku masih sangat banyak. Tidak mungkin aku membuang makanan. Tere tak tau kalu aku sangat tidak berselera dengan menu itu. Tapi aku berfantasi saja kalu potongan dadu tahu - tahu sutra itu daging sapi. Aku iri dengan menu yang kamu pilih Tere, penuh daging, sayur, dan ADA NASIIIIINYAAA.... Huaaaaahaaa

Kulanjutkan ocehanku tentang masa depan, mimpi terselubung, dan kicauan tentang twitter. Eh, Tere baru tau apa itu bot. Dan dia bilang 'Gak ada kerjaan banget sih... Mentionku penuh sama bot.'. Aku tertawa, karena mukanya ingin nemuin pembuat bot itu dan menyiramnya dengan sebotol tabosco super pedas yang ada di meja. Ok. ini khayalanku saja, tidak mungkin Tere memiliki khayalan sekeji itu...

Obrolan paling ohkehhh seantaro dapur pizza hut is 'Agnes Monica'... Rasanya, meja kita bersebelahan dengen dapur utama. Entah apa dan kenapa, kita selalu menyeretnya dalam setiap topik pembicaran. Dia yang mau go internasional sampai sifatnya yang sangat global 'bangeddd'... Iyahh, kita berdua ngfans sama isi otaknya dan semangtnya yang membuat semua 'jadi mungkin'...

Tapi yang heran kita gak pernah bingung sama obrolan yang jumping. Karena setelah ngbahas, bagaimana pasar musik Indonesia, apa pengaruh mengganti vokalis band, sampai masalah calon anak, kita langsung ngbahas negara apa yang jarang ada demonstrasi??? Itu pertanyaan yang ajaib dari otak sekecil punyaku... 'Ada si Van. Tapi gak tau nama negaranya apa???' mungkin itu negara yang damai sentosa yah??? Lalu kita setuju kalu demonstrasi itu childish dan gagal menggunakan metode komunikasi yang seasik kita berdua. Iya kan Re??? ;) #dilemparinmangga

Makanan utama sudah habis, Tere memotong puff pizza dan menaruh di piring polosku dengan pinggiran bergambar paprika, itu pizza hut banget yah?? Sampai bosen liatnya. So, aku berpikir kita makan puff pastry yang renyah, seharusnya tak perlu pake garpu dan pisau. Tapi untuk menghormati tata cara makan yang benar, aku ikuti saja makan pake pisau dan garpu. 'Re, kulit puff pastry pizzanya bandel yah gak mau terpotong di hitungan 15 detik???' batinku mengirim SMS tanpa pulsa ke Tere dan ke pembuat pizza ini... *muka sebel dan pengen cepet - cepet ngunyah pizzanya*

Setelah abis potongan pizza pertama, aku balas lagi motongin pizza buat dia terus naruh di piring yang tercecer saos tanpa bentuk yang jelas. #GakMauKalah :p

*bersambung*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar